Sejarah Gunung Batur Dan Legenda pulau Bali - Sejarahbali.com

Wisata

-

Sejarah Gunung Batur Dan Legenda pulau Bali

Jumat, 10 Mei 2019 | 00:00 WITA

http://www.pendakigunung.top/2018/01/sejarah-gunung-batur-dalam-kisah.html?m=1

Sejarahbali.com, BANGLI.
Pada suatu masa, saat pulau Bali masih sunyi tak berpenduduk, mengapung di tengah samudera yang luas. Kala itu, pulau Bali hanya memiliki 4 gunung saja. Di antaranya adalah. Gunung Karu di sebelah baratGunung Andakasa di sebelah selatanGunung Beratan di sebelah utaraGunung Lempuyang di sebelah timur Sejatinya 4 gunung tersebut belum mampu memaku pulau Bali, sehingga masih belum stabil dan mengambang di atas samudera luas. Kemudian hal ini diketahui oleh para Dewa yang bernaung digunung Semeru. Sekedar informasi, sampai saat ini masyarakat Bali percaya bahwa gunung Semeru merupakan Pura utama. Baca juga: sejarah gunung Semeru dan puncak Mahameru Setelah melakukan sidang, kemudian para dewa mengutus Dewa Naga Besukih, Dewa Naga Tatsaka , Dewa Ananta Boga dan Dewa Benawang Nala untuk memindahkan puncak gunung Semeru ke pulau Bali. Dalam pemindahan ini, Dewa Benawang Nala berperan sebagai alas puncak Semeru, Dewa Naga Tatsaka dan Dewa Naga Besukih berperan sebagai pengikat, sementara Dewa Ananta Boga berperan sebagai pengangkut yang menerbangkan puncak gunung Semeru. Setelah sampai di pulau Bali, kemudian puncak gunung Semeru dibagi menjadi 2, satu bagian menjadi gunung Agung dan bagian lainnya menjadi gunung Batur. Setelah diletakannya 2 gunung ini, kemudian pulau Bali tidak mengambang lagi, terpaku oleh gunung Agung dan gunung Batur. Pada saat ini, masyarakat Bali percaya bahwa ke-2 gunung tersebut menjadi tempat bernaungnya para Dewa penguasa alam raya (Parahyangan Purusua Peredana). Lanjutan dari kisah di atas, setelah gunung Batur dan gunung Agung terletak di pulau Bali, kemudian Dewa Pasupati menugaskan beberapa putranya untuk menempati pulau Bali. Di antaranya adalah. Dwi Linga Giri Purusa PredanaTri Lingga GiriSapta Lingga Giri Setelahnya, putra-putra Dewa Pasupati inilah yang menjadi Penyiwian, Sungsungan dan Amongan bagi Ratu Muang Kaula di pulau Bali.

Penulis :

Editor :


TAGS :




Wisata Lainnya :


Berita Lainnya :

Trending Bangli

Trending Terhangat